When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

Weaving Sensation

To celebrate Jakarta Fashion and Food Festival, many designers who are members of the Cita Tenun Indonesia (CTI) come to show their best work themed Jalinan Lungsi Pakan, on May 17, 2014 in Harris Hotel.

The designers show the design in accordance with the Indonesian territory which they establish with the aim that the artisans weaving, responsive to the needs of today’s fashion industry.

They are Ari Seputra featuring some Lombok woven with large motifs and stripes motif, Auguste Soesastro explore with Bali woven, Barli Asmara with culture mix weaving Garut, Didi Budiharjo collection presents some of the region Sambas and West Bali songket.

Then Era Soekamto inspired with a touch of local Badui sheath. Priyo Octaviano with feminine design presents a Balinese weaving and Sambas. Then Chossy Latu, showing the peculiarities of fabric Palembang and West Sumatra. Stephanus Hamy, with the collection of Sulawesi. MFJ-Jakarta

Sensasi Tenun

Menyemarakkan Jakarta Fashion dan Food Festival, sederet desainer yang tergabung dalam Cita Tenun Indonesia (CTI) ikut menampilkan karya terbaiknya. Bertema Jalinan Lungsi Pakan pada 17 Mei 2014 di Hotel Harris.

Para desainer menampilkan desainnya sesuai dengan wilayah Indonesia yang mereka bina dengan tujuan agar para perajin tenun, tanggap terhadap kebutuhan industri mode saat ini.

Mereka adalah Ari Seputra yang menampilkan beberapa tenun Lombok dengan motif besar dan motif garis. Auguste Soesastro mengeksplorasi Kain Bali. Barli Asmara dengan culture mix tenun Garut. Didi Budiharjo menghadirkan beberapa koleksi resort dari songket daerah Sambas dan Bali Barat.

Kemudian Era Soekamto yang terinspirasi dari daerah Badui dengan sentuhan sarungnya. Priyo Octaviano dengan desain feminine menghadirkan tenun Bali dan Sambas. Lalu Chossy Latu, menampilkan kekhasan kain Palembang dan Sumatra Barat. Stephanus Hamy, dengan koleksi Sulawesinya. MFJ-Jakarta

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.