When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

The Uniqueness of Batik Minang

At the beginning of 2014, Stephanus Hamy try to get to know Batik Minang. Cloth traditionally produced in Solok, West Sumatra, in contrast with Batik fabrics from other areas. His trademark is bright colors with motifs that adorn the Tower House each strand of the fabric.

With the technique of batik, Batik Minang are still relatively exclusive because it has a different motive and only processed into one or two sets of clothing only. And at the fashion show in JFFF dated May 16, 2014, Stephanus Hamy featuring 20 sets collection using basic materials Batik Minang.

On that occasion, I wasted no time to witness the work of Stephanus Hamy elegant solo show. With a simple design without a lot of games that make up the body’s silhouette, Stephanus Hamy each piece of clothing is easy to wear and combined.

Unique motifs Rumah Gadang, blends nicely with floral and geometric motifs. Presenting cut loose dresses, blouses, pants culottes, jackets, coats, pleated skirts, long tunics, skirts plist to Midy, installed in several collections. Stephanus Hamy also integrate Batik Minang with the flare chiffon crepes and chiffon, with sequined lace details that enhance the overall look of the collection by Stephanus Hamy in Sumatra. MFJ-Jakarta

Keunikan Batik Minang

Awal 2014 lalu, Stephanus Hamy mencoba untuk mengenal Batik Minang. Kain yang diproduksi secara tradisional di Solok, Sumatera Barat ini, berbeda dengan kain Batik dari daerah lain. Ciri khasnya adalah warna-warna cerah dengan motif Rumah Gadang yang menghiasi tiap helai kainnya.

Dengan tehnik batik tulis, Batik Minang hingga saat ini masih tergolong eksklusif karena memiliki motif yang berbeda dan hanya diolah menjadi satu hingga dua set busana saja. Dan pada peragaan busana di JFFF tanggal 16 Mei 2014 lalu, Stephanus Hamy menampilkan 20 set koleksi yang menggunakan material dasar Batik Minang.

Pada kesempatan kali itu, saya tak menyianyiakan waktu untuk menyaksikan karya Stephanus Hamy yang elegan di peragaan tunggalnya. Dengan desain simple tanpa banyak permainan siluet yang membentuk tubuh, tiap potongan busana Stephanus Hamy sangatlah mudah dikenakan dan dipadukan.

Motif unik Rumah Gadang, berpadu apik dengan motif floral dan geometris. Menghadirkan gaun-gaun berpotongan loose, blus, celana kulot, jacket, coat, rok lipit, tunik panjang, hingga rok plist midy, yang terpasang di beberapa koleksinya. Stephanus Hamy juga memadukan Batik Minang bersamaan dengan bahan chiffon yang flare dan chiffon crepes, dengan detail renda berpayet yang menyempurnakan keseluruhan tampilan koleksi ranah Sumatra dari Stephanus Hamy. MFJ-Jakarta

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.