When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

Modern Look with Cloth Archipelago

Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 Harris Hotel & Conventions, Sunday (05/18/2014), featuring a fashion show of Indonesian Fashion Designers Association (Ikatan Perancang Mode Indonesia / IPMI) with the theme Cloth Interior by using various kinds of fabrics archipelago with style more modern and international.

About 6 designers, present displays design. Barli Asmara, featuring Garut woven fabric with bright colors, ranging from pink, yellow, and blue. While Carmanita, using batik as a design material. And Mel Ahyar, issued a collection made from the intestines of Lampung embroidery and carries the theme ” Muli Wawai ” or ” Beautiful Girl “. The collection, a long dress with natural colors like nude, black, and off white.

While Era Soekamto, use of Irwan Tirta batik with motif Sawunggaling into fashion Neo Classical. Also present Yongki Budisutisna, the batik process and motif kawung for modern fashion. Last session, attended Yogi Pratama inspired fashion 1960 with Ligne, and processed from traditional materials, namely cloths woven Jepara. He interprets his inspiration and cutting in line, which is more international. MFJ-Jakarta

Lebih Moderen dengan Kain Nusantara

Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2014 di Hotel Harris & Conventions, Minggu malam (18/5/2014), menampilkan peragaan busana dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yang mengangkat tema Kain Negeri dengan menggunakan berbagai macam kain nusantara dengan gaya yang lebih modern dan internasional.

Sekitar 6 desainer, hadir menampilkan karyanya. Barli Asmara yang menampilkan kain tenun Garut dengan warna-warna cerah, mulai dari merah muda, kuning, serta biru. Sementara Carmanita, menggunakan batik sebagai material desainnya. Dan Mel Ahyar, mengeluarkan koleksi yang terbuat dari sulam usus Lampung dan mengusung tema “Muli Wawai” atau “Gadis Cantik”. Koleksinya, berupa gaun panjang dengan warna natural seperti nude, hitam, dan off white.

Sedangkan Era Soekamto, menggunakan batik dari Irwan Tirta dengan motif Sawunggaling yang dipercantik menjadi busana Neo Klasik. Hadir pula karya Yongki Budisutisna, yang mengolah batik tulis dan motif kawung untuk busana yang moderen. Sesi terakhir, hadir Yogie Pratama yang terinspirasi dari gaya busana tahun1960 dengan Ligne, dan diolah dari material tradisional, yaitu kain tenun Jepara. Dia menginterpretasikan inspirasinya dalam garis dan cutting, yang lebih internasional. MFJ-Jakarta

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.