When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

Lost in Le Passage des Panoramas

After back to Paris and still to manage the jetlag from a long flight, I want to introduce you a place that I recommend you to visit if you were in Paris. There is very well known passage in Paris. The Parisian called le Passage des Panoramas, The Oldest passage in Paris. This passage was opened for public in year 1799.

At the beginning this place was built as a market representative for selling oriental and antique products. After French revolution an American bought the passage and built 2 towers to expose panorama cinema. Since then the locals called it le Passage des Panoramas.

When I was walking through the passage, the original interior still very well seen. Old shops dominated by philatelists. The other shops filled with few galeries, antique and jewelries shops.  There are also some of oriental restaurants such as New Kashmir and l’arbre à Canelle, les Racines specialist in trendy wine natural and some trendy bars such as Coinstot Vino The Italian restaurant.

Gang Panorama

Setelah tiba di Paris kembali dan mencoba untuk mengurangi jetleg dari perjalanan panjang, saya pergi ke gang2 penghubung terkenal di kota Paris. Orang Paris menyebutnya le passage. Salah satu passage yang saya kunjungi adalah le passage des  panoramas. Passage ini adalah passage tertua di Paris yang dibuka untuk umum pada tahun 1799.

Tempat ini awalnya terinspirasi didirikan sebagai tempat perwakilan penjualan barang antik oriental untuk warga setempat (Parisians) melihat – lihat. Suatu hari seorang warga Amerika membeli passage ini setelah masa revolusi Perancis dan membangun 2 menara untuk menampilkan cinema dalam bentuk panorama. Semenjak itulah warga setempat menyebutnya le passage des panoramas.

Ketika saya masuk ke dalam passage ini, kondisi aslinya masih terlihat dengan jelas. Kios – kios tua koleksi perangko (philatelists) mendominasi di tempat ini. Ada juga beberapa toko wine dan bar, toko antik Itali dan beberapa restaurants.

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.