When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

Folkulture of Four Designer APPMI

Sunday, May 19, 2014, APPMI back in session two on JFFF. Folkulture titled, four designer comes with his new work. Starting the fashion show, Yogiswari with the theme of Architecture and I. With architectural concept is in pieces, lay out, as well as landscape, which is poured into the fashion design that uses textile canvas, chiffon, and satin bridal.

Next Sugeng Waskito with Rainbow theme of Yogya batik is present in GEE design is casual clothes and work clothes from cotton. Sugeng also use silk for a party dress and Muslim fashion.

Then Khanaan Shamlan. Classy Chic theme, the inspiration from the retro style in the ’50s and ’60s by cutting a clean and beautiful details as strong points. This time she is, using batik tulis motif such as flowers and vines classical motifs such as machetes and kawung motif with natural coloring techniques. Choice of material is Thai silk, organdy, chiffon, and silk Abutai, with a touch of Lace and Jaguard.

In the last show, Phillip present Tranquility theme. Inspiration from Japanese Seven Principles and he adopted it with custom Java in the lives of the abdi dalam in the Kraton Yogyakarta. Its design focuses on sewing and cutting techniques, more simple and minimalist, detail in layers, draping and folded. So the dress looks chic, elegance, and sexy. MFJ-Jakarta

Folkulture dari Empat Disainer APPMI

Minggu 19 Mei 2014, JFFF kembali menampilkan APPMI pada session keduanya. Bertajuk Folkulture, empat orang disainer hadir dengan karya barunya. Mengawali acara fashion show, tampak karya dari Yogiswari yang mengangkat tema Architecture and I. Konsepnya adalah arsitektural dalam bentuk potongan, lay out, serta landscape, yang dituangkan menjadi disain busana yang menggunakan tekstil kanvas, chiffon, dan satin bridal.

Berikutnya ada Sugeng Waskito dengan tema Rainbow of Yogja hadir pada GEE batik yang disainnya adalah busana casual dan busana kerja dari bahan katun. Sugeng juga menggunakan sutra untuk busana pesta dan busana muslim.

Kemudian Khanaan Shamlan. Bertema Classy Chic, yang inspirasinya diambil dari gaya retro di tahun 50an dan 60an dengan cutting yang clean dan detail-detail cantik sebagai strong point. Kali ini ia, menggunakan motif-motif batik tulis seperti bunga rambat dan motif klasik seperti parang dan kawung dengan tehnik pewarnaan alam. Pilihan bahannya adalah thai silk, organdi, chiffon, dan abutai silk, dengan sentuhan Lace dan Jaguard.

Pada rutan terakhir, hadir Phillip dengan tema Tranquility yang artinya ketenangan. Insiparinya adalah Japanese Seven Principles dan ia mengadopsinya dengan adat Jawa di kehidupan para abdi dalam Kraton Yogya. Disainnya terfokus pada tehnik jahit dan cutting, lebih simple dan minimalis, detail dalam layer, draping dan folded. Sehingga busana tampak chic, elegant, dan seksi. MFJ-Jakarta

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.