When you install WPML and add languages, you will find the flags here to change site language.

Cartier, Modern Style and History

  • Cartier exhibition style and history
  • Cartier exhibition style and history
  • Cartier exhibition modern style and history

To celebrate 160th anniversary, Cartier having the biggest exhibition Cartier, Modern Style and History at the Grand Palais, Paris until 16th February 2014. Six hundreds shimmering jewellery, watches and other precious small objects was made since mid 1800s onwards that Cartier created for royal and bourgeois people.

When we talk about shimmering gemstone such as diamond, shappire, ruby, emerald and etc, there is no doubt Cartier involved the major play in jewelry history ‘Art Deco’ in its era. “King of Jewelry” or “Jewerly for King” slightly also involved to the major design modern style with geometric pattern and exotic Asia.

In this exhibition, it was the first time I saw big diamonds shimmering that I’ve never seen before. When I walked into the big hall, my attention directly to 10 tiaras diamond protected and rotated slowly. The tiaras were leant from different kingdoms, museums and still personal belonging such as a pink flower brooch belong to Queen Elizabeth II and Halo tiara The Dutchess of Cambridge wore on her wedding day. Grace Kelly with her jewelry and Wallis Simpson Dutchess of Windsor well known with her panther brooch. Cartier also presented jewelry collection of diva celebrities such as Elizabeth Taylor, Gloria Swanson, Marlene Dietrich and Maria Félix.

What it made me impressed, it is not just the price extremely expensive to have, but also it is interesting to see who the owner is, the history how the owner has it, social status and location where the owner wore it for the first time that makes cartier jewelries has always pricesless.

Grand Palais, l’Style et l’Histoire.
04 Desember 2013 – 16 Februari 2014, Paris. 
Cartier exhibition modern style and history
Cartier exhibition style and history

Cartier, Gaya Modern dan Sejarah

Untuk merayakan ulangtahunnya yang ke 160 tahun, Cartier mengadakan pameran terbesar Cartier, Modern Style and History di Grand Palais, Paris sampai 16 Februari 2014. 600 perhiasan nan gemerlap, jam tangan dan beberapa benda kecil berharga lainnya dibuat semenjak tahun pertengahan 1800an yang telah Cartier ciptakan untuk kalangan kerajaan dan bangsawan.

Ketika kita sedang membicarakan tentang perhiasan bebatuan yang berkilau nan gemerlap seperti batu berlian, shapir, ruby, emerald, dan lain lain, tak dapat dipungkiri Cartier berperan penting dalam sejarah dunia perhiasan ‘Seni Deko‘ di jamannya. Sebutan awal seperti “Perhiasan para Raja” atau “Rajanya Perhiasan” perlahan dengan perubahan zaman, Cartier juga merupakan bagian dari desain gaya modern dunia perhiasan dengan potongan bebatuan yang geometric dan model yang exotic Asia.

Di pameran inilah saya melihat pertama kali butiran – butiran berlian yang begitu besar  dan gemerlap yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Begitu saya memasuki ruangan pameran tersebut, mata saya langsung tertuju ke 10 tiara mahkota yang bertahtakan berlian terlindung kaca yang sedang berputar pelan. Koleksi tiara ini dipinjamkan  beberapa kerajaan dari berbagai negara seperti bros bunga berwarna pink dan tiara Hallo milik Ratu Elizabeth II yang pernah dipakai oleh Kate, Dutchess of Cambridge di hari pernikahannya. Terlihat juga satu set perhiasan Grace Kelly di hari pernikahannya dan Wallis Simpson Dutchess of Windsor yang terkenal dengan bros panthernya. Cartier juga memamerkan kolesi perhiasan milik para selebriti diva dunia seperti Elizabeth talylor, Gloria Swanson, Marlene Dietrich and Maria Félix.

Yang membuat saya terkesan melihat pameran ini, bukan hanya harga yang luar biasa mahalnya, akan tetapi juga melihat siapa pemiliknya, latarbelakang sejarah kepemilikannya, status social dan lokasi dimana pemiliknya memakai perhiasan tersebut pertama kali menjadikan perhiasan Cartier mempunyai nilai yang tiada batasnya.

Grand Palais, l’Style et l’Histoire.
04 Desember 2013 – 16 Februari 2014, Paris. 

Isna Darmuis-Menneveux

Always lost in Paris. A fashion observer, food explorer, an Indonesian woman lives in Paris who loves to discover new things and frame it to her camera.